Dunia, dunia hanya sekedar nama tapi mempunyai arti yang sangat luas dihati kita. Sekarang dunia menangis seakan tahu derita dari penghuni-penghuninya yang sedang menderita, dan seakan seluruh dunia bisu tanpa suara. Hanya suara senapan berteriak-berteriak dan gemuruhnya ledakan disetiap pemukiman penduduk, membuyarkan lamunan sesaat.

Inilah wajah dunia sekarang. Yang dimana selalu dibangga-banggakan dengan seruan perdamaian dari sekelompok orang yang menamakan diri hanya sekedar topeng, topeng yang menjilat dirinya sendiri. Mereka berseru perdamaian itu Indah jangan diperkeruh dengan peperangan, mari bersatu menciptakan perdamaian. Ternyata itu semua hanya kebohongan, kebohongan berkepanjangan. Dimana engkau yang menyerukan perdamaian, dimana engkau yang mengaku membela yang lemah, dimana engkau yang mengaku pelindung Hak Asasi Manusia. Ternyata kalian hanya seonggok batu dipinggiran trotoar yang di cat hitam putih supaya semua orang memperhatikanmu.

Persatuan Bangsa-Bangsa, bagiku hanya sebuah permainan monopoli. Mereka menyerukan perdamaian, menyerukan anti teroris tetapi mereka lebih keji dari teroris sekali pun. Mereka senang melihat darah mengalir, mereka senang melihat anak-anak menjadi yatim piatu, mereka senang melihat sebuah kedaulatan suatu negara diinjak-injak oleh penjajah. Wahai engkau pemimpin bangsa, jangan ikut-ikutan organisasi yang mementingkan pendiri dari organisasi itu. Pendiri organisasi campur tangan dalam pengambilan keputusan, karena mereka tidak mau dilangkahi dalam pengambilan pendapat.

Selama ini ku dengar hanya sangsi-sangsi yang kau berikan kepada negara-negara yang tidak menuruti perintahmu. sangsi yang kau berikan karena kau takut tersaingi, karena kau takut tertandingi, karena engkau takut diturunkan menjadi negara kedua terkuat didunia. Bagiku kalian adalah sebuah pohon tumbang di tengah hutan, tidak berarti apa-apa karena kalian hanya mementingkan diri sendiri. Setiap negara yang tidak menuruti perintahmu di beri sangsi, tetapi apa yg aku lihat sekarang, setelah peperangan yang aku bilang tidak sebanding mereka hanya memberi surat GENCATAN SENJATA. itu pun masih dilanggar, tetapi engkau diam, engkau tuli, kenapa engkau tidak memberikan sangsi. Sangsi yang sering engkau agung-agungkan keseluruh dunia.

Sekarang dunia menangis, menangis karena ulah sebagian orang yang memperebutkan tanahnya. Wahai engkau manusia ingatlah kita hidup didunia menjadi penjaga, bukan perusak, bukan penghancur, dan juga bukan pembunuh. Saat engkau meluncurkan rudal-rudalmu berarti engkau sudah menyakiti perasaan seluruh umat manusia di dunia, seakan engkau ingin menunjukkan “Beginilah cara membunuh yang benar…” seakan engkau prajurit-prajurit haus darah. engkau tidak bisa disebut manusia, engkau lebih cocok disebut Binatang.

Setiap negara didunia mempunyai pejuang-pejuang yang tidak akan menyerah walau mereka harus berkorban nyawa. Indonesiaku dahulu hanya daerah jajahan yang lezat bagi negara-negara adidaya, tetapi negaraku mempunyai pejuang-pejuang tangguh yang tidak akan pernah mati didalam sanubari. Berjuanglah engkau tentara-tentara yang menyerukan kebenaran, menyerukan kemerdekaan, menyerukan kemenangan. Jangan menyerah berkorbanlah atas nama Tuhanmu dan tanah airmu…

Dio Prasetyo, 13 January 2009 (Untuk Mu Palestina)

About these ads