Masih teringat kata-kata seorang reporter TV swasta yang berkata seperti ini

Polisi kalau ada musuh : Tangkap dan adili!!!

TNI kalau ada musuh : Bunuh!!!

KOPASSUS

KOPASSUS

Kali ini saya membahas tentang sekelumit kisah yang terjadi di tanah air Indonesia, disatu sisi kita disajikan berita kekerasan TNI dalam membunuh tahanan di LP Cebongan. disisi lain Polisi seperti aman dari media masa ada apa ini?

Densus 88 menembak mati 2 DPO di depan masjid (beritanya disini), Densus 88 tembak mati 3 DPO terkait perampokan BANK dimedan (beritanya disini)dan masih banyak lagi yang lain total 90 orang mati di tembak mati oleh densus tanpa prosedur hukum yang berlaku di negara ini (beritanya disini).

Dipikir-pikir KOMNAS HAM kemana ya, sepertinya yang di kejar khusus tentara saja kalau tentara yang membunuh atau menyiksa tanpa sesuai hukum baru deh KOMNAS HAM berkicau tanpa henti.

Tetapi kalau Densus 88 yang berbuat hilang terbawa angin hanya keluarga korban yang kebingungan mau mengadu kemana, ke polsek terdekat ya sama-sama rekanan Densus 88 mau ke KOMNAS HAM cuma dibilang suruh bersabar.

Ayo dong sebagai negara hukum harusnya Densus 88 seperti Kopassus, 11 Kopassus mengakui perbuatannya (beritanya disini), berani tidak Densus 88 mengakui kalau mereka salah menangkap 14 warga poso (beritanya disini) dan telah menembak mati tanpa melalui prosedur hukum Indonesia.

Berita dimedia sekarang tidak berimbang seperti warga poso lebih aman yang menjaga desa-desa merekadari personel TNI dan mereka menolak pihak keamanan dari POLISI (beritanya disini), kalau POLISI dan Densus 88 mau di hormati dan di hargai oleh masyarakat hentikan kekerasan dalam penangkapan karena belum tentu yang di tangkap itu bersalah dan terbukti 14 orang yang sudah babak belur di pukuli di bebaskan karena tidak terbukti mana tanggung jawab kalian.

Yang lebih tragis ialah Wahono di bandar lampung, dia sudah mempersiapkan pernikahan dengan pujaan hatinya tetapi rencana tinggal rencana 20 September 2010 dia ditangkap Densus 88 padahal 2 hari lagi tepatnya 22 september 2010 dia menikah. Mungkin karena keluarganya malu terpaksa sang kekasih menikah dengan adiknya Wahono. (beritanya disini).

Menurut rekan-rekan yang paling kejam siapa ya?

Densus 88 kalau ada musuh : Kepung, tangkap, pukul, tendang dan bunuh. (yang ini belum tentu yang di tangkap bersalah)

Semoga kedepannya Densus 88 bisa merubah tindakan dan kelakuan mereka, kalau tidak berubah ya bubarkan saja dari pada terulang kisah seperti Wahono dan 14 orang di poso.

Dio Prasetyo – 15 April 2013