Penulis : Nanda Kistiana (Part 1)

05 August 2008

Mengapa selama ini ia selalu mencoba untuk memahami orang lain,, berfikir seolah ia ada dalam posisi orang lain,, selalu berusaha menerima dan sabar akan semua keputusan orang lain..

Sehingga yang selalu ia alami hanya menerima,, cukup hanya menerima kebahagiaan orang lain sebagai kebahagiaannya..

Tak pernahkah orang lain berfikir untuk ada di posisinya.. untuk sekedar tau apa yang ia rasakan..

Atau mungkin orang melihat ia begitu kuat,, terlihat tegar,, terlihat tak pernah terperosok sangat dalam..

Hingga suatu ketika ia tak dapat lagi merasakan sakit,, seolah kebal akan pahit..

Dan akhirnya air mata tidak bisa lagi melegakan kesedihan.

Sebagai catatan,, bukan untuk bangkit.. Karena berulang kali bangkit, ia tertarik jatuh.. Merangkaklah,, pergi…!

Iklan