Assalamu alaikum wr. wb

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang… Semoga dosanya diampuni oleh Allah Swt…

Saya kaget dan merenung sejenak ketika melihat situs ini…

http://mengenal-islam.t35.com/

Jangan merasa marah saudaraku ketika melihat situs ini, jangan terpancing hal-hal yang membawa kita kepada permusuhan antar umat.

Tetapi saya akan meluruskan sebagian dari isi situs ini supaya jangan ada yang terpengaruh oleh tulisan-tulisan yang dibuat oleh sipenulis tersebut, dengan isi yang membawa ayat-ayat suci Al-Qur’an didalamnya. Banyak dari Ayat -ayat yang di tulis dalam situs ini sangat-sangat keliru atau tidak sesuai dengan isi Al-Qur’an yang di kenal kaum muslimin.

dibawah ini saya lampirkan sebuah tulisan dari situs mengenal islam KETIDAKKONSISTENAN ALQURAN

http://mengenal-islam.t35.com/Kontradiksi_Pertentangan_Alquran.htm

2. Bisakah Allah Muslim dilihat oleh manusia dan apakah Muhammad (Mhd) melihat Allahnya? Ya, Mhd dapat melihat Allahnya ( Qs.53:1-18, Qs.81:15-29) .
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.6:102-103 dan Qs.42:51) mengatakan bahwa Mhd tidak dapat melihat Allahnya.
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 14 pertentangan.

Diatas disebutkan : Bisakah Allah Muslim dilihat oleh manusia dan apakah Muhammad (Mhd) melihat Allahnya? Ya, Mhd dapat melihat Allahnya ( Qs.53:1-18, Qs.81:15-29) .

Disebutkan Qs.53:1-18 ( Al-Qur’an Surat An – Najm (Bintang) Ayat 1 – 18 ) yang isinya :

1. Demi bintang ketika terbenam, (QS. 53:1)

2. kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak keliru, (QS. 53:2)

3. dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. (QS. 53:3)

4. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), (QS. 53:4)

5. yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, (QS. 53:5)

6. Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. (QS. 53:6)

7. sedang dia berada di ufuk yang tinggi. (QS. 53:7)

8. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, (QS. 53:8)

9. maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). (QS. 53:9)

10. Lalu dia menyampaikan kepada hambanya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan. (QS. 53:10)

11. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. (QS. 53:11)

12. Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? (QS. 53:12)

13. Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (QS. 53:13)

14. (yaitu) di Sidratil Muntaha. (QS. 53:14)

15. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (QS. 53:15)

16. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. (QS. 53:16)

17. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. (QS. 53:17)

18. Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Rabbnya yang paling besar. (QS. 53:18)

Bisa kita lihat bukan kekeliruan penulis dalam mengartikan isi ayat tersebut, disana ditulis bahwa Nabi Muhammad Saw bertemu dengan Malaikat Jibril. Bukan bertemu dengan Allah Swt ( lihat ayat ke 13 ). Banyak kekeliruan yang dibuat oleh si penulis karena ketidak pahaman arti dari ayat-ayat Al-Qur’an tersebut.

Allah Swt akan membuka mata setiap muslim ketika melihat kemunafikan terjadi dimuka bumi dengan lapang dada dan tidak terpancing oleh hal-hal yang menjelekan ajaran Islam dimuka Bumi Allah ini…. Amin…

Apabila dikatakan kepada mereka: Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman. Mereka menjawab: Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang bodoh itu telah beriman. Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu. (QS. 2:13)

Surat Al Kafiruun ( Orang – Orang Kafir )
Ayat 1 – 6

1. Katakanlah: Hai orang-orang kafir! (QS. 109:1)

2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah (QS. 109:2)

3. Dan kamu bukan penyembah Ilah yang aku sembah (QS. 109:3)

4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah (QS. 109:4)

5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Ilah yang aku sembah (QS. 109:5)

6. Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku (QS. 109:6)
.
.
.
Dio Prasetyo

Terima kasih untuk Al-Qur’an Online

Baca juga Makin banyaknya situs yang menjelakan sebuah Agama

Iklan