Assalamu alaikum, dan selamat pagi rekan-rekan semua hari rabu pagi ini saya ingin membahas tentang berita-berita yang kita dapat dari media masa seperti koran, televisi dan radio.

Kenapa saya ingin membahas hal ini karena gejolak penolakan di hati saya mengatakan berita yang sering kita cerna di televisi hampir semuanya rekayasa dan memutar balikan fakta yang ada.

Mungkin saya akan mengambil contoh 1 peristiwa yang membuat negara yang mempunyai tokoh komik Superman ini luluh lantah di hajar 2 pesawat komersil, apa yang kita tonton menunjukan bahwa kesalahan terletak pada pelaku pembajakan pesawat betul tidak.

Tetapi ada maksud dan tujuan para pembajak itu melakukan hal yang sangat membuat negara adidaya itu porak poranda kenapa???

Televisi yang memuat berita tidak menampilkan apa yang Amerika lakukan dibeberapa negara Arab atau pun dibelahan dunia lain sebelum terjadinya 11 September itu.

Apa yang Amerika lakukan? apa yang mereka hancurkan? apa yang mereka bunuh? apa yang mereka siksa? dan apa yang mereka rampas? mungkin anda bisa menilainya.

Selanjutnya media masa sekarang lebih banyak mengikuti berita luar negeri yang sudah ada tanpa melihat kenyataan yang ada.

Ambil contoh berita mengenai rudal-rudal yang di tembakan oleh hamas ke pemukiman Yahudi di Israel, yang di beritakan hanya korban-korban dari pihak yahudi di Israel tapi apakah media masa melihat kepedihan orang-orang palestina yang ditembak mati? di gusur rumah-rumahnya? anaknya di culik? apakah media masa menyorot mereka? tidak ada berita yang masuk ke otak kita mengenai hal itu.

Berita-berita sudah banyak diubah yang di tampilkan kekerasan dimana-mana kerusuhan dimana-mana ehm seakan-akan negara kita penuh dengan orang-orang yang fundalmentalis yang mementingkan kekerasan untuk penyelesaian.

sampai kapan kita mengikuti berita-berita seperti ini, sampai kita pun kadang-kadang membenci agama kita sendiri setelah menonton berita karena kita di pertontonkan hanya kepada korbanĀ  yang sebenarnya ada pelaku kejahatan dan bukan sebagai korban.

semoga tulisan ini dapat membuka hati kita untuk dapat mencerna lebih baik lagi berita-berita dan tulisan-tulisan yang dapat memprovokasi diri kita ke jalan yang salah.

Wassalam,

Dio Prasetyo – 28 September 2011

Iklan