Bissmillahirahmanirahim…

Front Pembela Islam

Alhamdulillah masih diberikan waktu untuk posting tulisan kedua di hari ini, hari ini saya akan membahas tentang 4 Prosedur yang dijalankan FPI sebelum memulai aksi protes kebeberapa tempat hiburan malam di jakarta dan tempat-tempat lain di seluruh Indonesia.

Dalam pidatonya, Ketua FPI Provinsi Riau Zul Huzni Domo Datuak Bagindo Sati mengatakan, dalam penegakan amar makruf nahi mungkar, organisasi FPI bukanlah organisasi beraliran keras seperti yang sering ditayangkan media massa. Karena setiap aksi yang dilakukan FPI ke lapangan dalam memberantas maksiat selalu melalui empat prosedur hukum.

  1. Seluruh tindakan yang dilakukan harus ada surat masuk atau laporan masyarakat secara tertulis ke FPI untuk menumpas sebuah kemaksiatan yang meresahkan umat.
  2. Setelah surat masyarakat diterima, FPI melaporkan hal itu kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini pemerintah dan polisi.
  3. Surat yang sama juga dilayangkan kepada pengusaha atau aparat yang membeking kemaksiatan dimaksud.
  4. Jika tiga prosedur diatas tak diindahkan, maka FPI langsung turun ke lapangan untuk menumpasnya sendiri serta dengan cara FPI sendiri.

“Jadi, selama ini media hanya memberitakan aksi kekerasan FPI saja. Tapi prosedur yang telah kami lalui tak pernah di publikasikan. Sehingga ada segolongan orang yang menganggap kami brutal. Padahal tidak sama sekali. Apa yang kami lakukan adalah perintah Allah dalam menegakan amar ma’ruf nahi mungkar dan permintaan masyarakat yang resah dengan kemaksiatan disekeliling mereka,” tegas Zul Huzni menjelaskan sekelumit tentang perjuangan FPI selama ini.

Insya Allah kebenaran selalu terungkap dan yang ingin menjatuhkan agamaMu Ya Allah semoga diberi kesadaran hati dan pikiran.

Penulis hanya membagi ilmu dan membeberkan secara lugas dan tegas tanpa ada pihak yang di rugikan, semoga tulisan saya ini dapat membuka mata hati kita dan jangan terpancing oleh berita-berita sekuler yang menampilkan akhir dari sebuah proses tanpa melihat awal mula dari proses itu.

Wasalamu alaikum wr wb..

Dio Prasetyo – 23 February 2012

Iklan