Assalamu alaikum,

Selamat sore rekan-rekan dan sahabat tercinta, semoga masih di beri kesehatan dan kelancaran untuk menjalankan kehidupan kita di dunia fana ini.

Saya melihat berita di televisi di koran di internet dari Bbm facebook dan lain-lain mengutarakan hal yang sama kenapa sih para mahasiswa melakukan pengrusakan fasilitas umum, kenapa sih mahasiswa membakar motor polisi dan mobil polisi, kenapa sih harus menghancurkan pos polisi, kenapa sih jadi masyarakat yang menerima beban dari demo anarkis ini…

Sekelumit kisah ini menjadi pertanyaan banyak orang tentang prilaku yang di lakukan oleh para demonstran yang katanya mengaku sebagai pelajar atau MAHASISWA…

kenapa saya tulis judul seperti diatas mari kita bayangkan rakyat kecil yang tadinya dibela-bela malah menjadi korban yang membelanya, contoh nih saya sebagai rakyat kecil berbicara mewakili masyarakat kecil yang lain juga :

  1. Kenapa harus merusak fasilitas umum 👿 (Pot bunga, pagar taman, pos polisi, bakar ban diaspal yang nntinya aspal akan rusak).
  2. Kenapa harus membuat bom molotof niat demo dengan damai apa mau buat huru-hara.
  3. Kenapa harus lempar batu, Memang wajib ya setiap demo harus bawa batu.
  4. Kenapa harus blokir jalan.
  5. Kenapa tidak kuliah, anda tau tidak orang tua anda mencari uang untuk  sekolah yang benar bukan buat demo.

5 kutipan di atas menjadi pertanyaan masyarakat luas, dimana sekarang banyak masyarakat malah membantu polisi membubarkan demo anarkis Mahasiswa ini. Anda tau akibat dari keanarkisan anda diatas :

  1. Uang siapa yang dipakai untuk memperbaiki kerusakan yang kalian buat? ya pastinya uang rakyat 😦 !
  2. Siapa yang  di rugikan jiga bom molotof membakar kantor polisi dan mobil polisi? ya pasti rakyat lah wong uang rakyat lagi yang dipakai!
  3. Siapa yang menjadi korban lemparan anda pasti polisi dan Mahasiswa kan terus yang bayar rumah sakit uang siapa? Ya rakyat lagi!
  4. Memblokir jalan siapa yang anda rugikan? ya masyarakat! berapa banyak uang yang harus dikeluarkan bagi masyarakat yang menggunakan moda transportasi masal untuk memutar arah menghindari demo anda? Berapa banyak anda telah merugikan supir bus dan angkotan kota karena anda mereka tidak bisa beroperasi apa kata anak istri mereka kalau mereka tidak membawa uang untuk makan?
  5. Seharusnya anda duduk manis di kampus, menghargai orang tua anda yang sudah bekerja keras untuk biaya kuliah anda. Dan belajarlah yang rajin agar suatu saat nanti anda dapat memimpin negara ini dan melakukan perubahan yang dapat membela RAKYAT KECIL.

Apakah hati nurani anda sudah tertutup ya karena anda senang untuk melakukan kekerasan, bosan ya duduk manis di kampus mungkin enakan demo jalan-jalan ke DPR jadi tidak memikirkan pelajaran.

Ehm sedih saya melihat muka-muka kalian, saya sepaham dengan motto anda tapi tidak untuk sifat anda “KEKERASAN”.

Bisakah kalian melakukan demo dengan damai? hanya kalian yang bisa menjawab…

]

Apa tidak salah ya? harusnya diubah kami tidak bersekolah karena kami lebih memilih DEMO…!

Hancurlah aspal jalan raya yang nanti kalau rusak uang siapa lagi yang dipakai untuk memperbaikinya…?

Bisakah kalian tidak melakukan ini? anda tau akibatnya rakyat mengantri di SPBU untuk mengantri BBM karena anda menghancurkan Truk pengiriman SPBU dan siapa yang akhirnya di rugikan Rakyat lagi…

Tulisan ini adalah keluh kesah saya terhadap ke anarkisan kalian di jalanan, seharusnya anda menjadi panutan bagi adik-adik kelas anda menjadi contoh suri tauladan bagi adik anda di TK, SD, SMP dan SMA/SMK.

Jangan bawa-bawa nama RAKYAT kalau kalian tetap merugikan kami dengan ulah kalian…

http://news.detik.com/read/2012/04/02/113939/1882642/10/pramono-perbaikan-pagar-dpr-rp-200-juta-masih-pantas?9922032

Dio Prasetyo – 30 Maret 2012

Iklan