Sadis memang pembunuhan tidak di rencana tapi mengundang banyak cibiran untuk sepakbola di Indonesia, kita pasti tau supporter sepak bola di Indonesia sudah terkenal di dunia untuk masalah loyalitas dan dukungan mereka terhadap club dari kota mereka.

Tapi pantaskah mereka membabi buta terhadap supporter dari kota lain, kejadian di gelora bung karno belum lama ini membuktikan hal tersebut semua pihak dari kubu A dan kubu B tidak mengakui mereka yang meninggal dari supporter mereka.

Sangat disayangkan bila mereka membunuh cuma karena warna kaos yang sama dengan supporter lawan, apalagi yang mereka keroyok sampai meninggal itu dikota yang sama dengan mereka yang mengeroyok.

kalau pun dilihat hampir 70% supporter bola masih di bawah umur yang dengan gampangnya tersulut emosi tanpa pandang bulu, tapi terpikirkah mereka kalau mereka ada di posisi orang yang di bunuh kebingungan kenapa saya di keroyok apa salah saya saya bukan pendukung si B saya saja tinggal di kota A dan lain-lain yang ada di angan-angan korban pembunuhan saat mereka di keroyok.

Mengenaskan memang kenapa sampai terjadi seperti ini, menurut saksi penjual makanan dan minuman di gelora bung karno tadi saya baca di koran Pikiran Rakyat, sampai ibu-ibu berjilbab memakai pakaian biru ikut di pukul oleh supporter A dimana dia bilang ibu-ibu itu hanya jalan-jalan menyaksikan keramaian di GBK.

Dimana moralmu kawan, sepak bola itu hiburan untuk masyarakat jangan di jadikan ajang kebringasan sesaat cap sepakbola sekarang adalah “SEPAKBOLA hiburan KEANARKISAN” 🙄

Tidak penting anda supporter A tidak penting anda supporter B kalau anda berjabat tangan bergandengan tangan untuk memajukan sepakbola Indonesia itu baru namanya supporter sejati “Kalah Menang Itu Biasa Bung Di Sebuah Pertandingan”.

Mari kita doakan sejenak para korban yang meninggal di GBK semoga amal ibadah di terima disisiNya, di lapangkan Kuburnya, di lancarkan hisabnya, di gabungkan dengan orang-orang saleh dipadang masyar dan di tabahkan bagi yang ditinggalkan amin ya robbal alamin…

Salam persaudaraan salam satu Indonesia

Dio Prasetyo – 29 Mei 2012

Iklan