Assalamu alaikum wr.wb

Bertapa alias duduk manis di depan komputer kantor, ehm kerjaan sudah beres sambil baca-baca berita dan ketemu sebuah blog tentang fotografi gitu.

Stasiun Tambun

Stasiun Tambun

Melihat fotonya ini stasiun kereta api tambun bekasi, jadi kangen sama orang tua di bekasi, hampir setengah usia saya di habisnya di sana walaupun saya tidak lahir di sana sedikit cerita ya tidak apa-apa kan…

Tambun nama daerah bukan nama kota tapi banyak kenangan disana, mulai kelas 4 sd saat pertama kali menginjakan kaki di stasiun itu. himpitan ekonomi tahun 90an mengoyangkan pikiran kedua orang tua saya untuk hijrah ke daerah tambun dari daerah kranji walaupun masih sama-sama di bekasi menurut saya itu seperti dari kota besar ke perkampungan kecil di sudut kota.

Ya himpitan ekonomi penyebab kami pindah dan menjual rumah kami di daerah kranji dan pindah ke tambun, karena kondisi rumah di tambun belum selesai pembangunannya kami sekeluarga terpaksa mengontrak rumah kecil masih di daerah kranji selama beberapa bulan sambil menunggu rumah di tambun selesai di bangun.

disanalah saya mulai mencintai sarana kereta api setiap subuh saya bangun

Stasiun Tambun

Stasiun Tambun

mandi pakai baju merah putih dan topi, diantar mama berangkat sekolah bukan ke sekolahku yang dulu di SDN Bintara kranji tapi ke SD Sumberjaya tambun karena proses kepindahanku sudah selesai.

Naik angkot menuju stasiun kranji dan menunggu kereta KRD muncul, hanya butuh 20 menit setelah melewati stasiun bekasi dan selanjutnya stasiun tambun karena peronnya pendek banget hanya 50 cm mungkin ya saya harus di gendong sama bapak-bapak yang baik hati membantu mama saya turun hehehe.

karena memory terbatas saya tidak ingat berapa bulan saya naik kereta api setiap pagi tapi itu memory yang tak terlupakan….

Tambun, Bekasi kisah lama yang tak terlupakan…

Wa’salamu alaikum wr.wb

Dio Prasetyo – 10 November 2013

thanks to : http://www.semboyan35.com atas fotonya

 

Iklan