Assalamu alaikum wr wb,

Hari ini saya coba menulis tentang impian seseorang untuk masa depannya, kita kadang-kadang pernah berandai-andai kaya judulnya lagu mba opie “Andai aaaaaku jadi orang kaya”😆 hehehe

Malahan ada status teman saya di FB berkata seperti ini kira-kira “Andai aku punya uang banyak pasti aku bisa membahagiakan kedua orang tuaku biar bisa hidup berkecukupan” Sekilas kata-kata itu membuat kita miris karena belum semua masyarakat hidup berkecukupan.

Tetapi dengan sebuah ihtiar di dalam hati dan doa di sertai tekad yang kuat bukannya tidak mungkin kita bisa memiliki kehidupan yang layak, jadi ingat omangan Ustad-ustad di pengajian waktu dulu “Kita mah hidup di dunia tidak punya tanah tidak apa-apa, ya kalau ada sepetak juga cukup yang penting tabungan di akherat banyak siapa tau tabungan di akherat cukup untuk beli tanah 10 hektar disana”.

Apa yang kita ambil dari kata-kata bijak itu adalah perbanyaklah bersyukur apa yang kamu punya hari ini ucapkan syukur atas makanan yang kamu dapat, bagi kita yang hidup berkecukupan untuk mengeluarkan uang entah itu 50, 20, 10 atau 5ribu saja untuk beramal itu susahnya minta ampun paling-paling Rp 1000 yang sudah kusam yang kita keluarkan betul tidak?

Saya pernah melihat seorang pengamen yang seharian mencari uang di panasnya matahari di perempatan jalan, saat dia berteduh dibawah ruko-ruko kosong ada seorang peminta-minta yang tua renta menggoyangkan tempat uangnya berharap sedikit rezeki kepada si pengamen yang berbadan kurus itu, apa yang saya lihat adalah sebuah kesadaran sosial di mana di pengamen pun memberikan sedikit rezeki yang ia dapat untuk di bagi lagi kepada si bapak tua itu.

Pernah saya membaca sebuah tulisan mengenai kesadaran sosial dimana kita dianjurkan saat entah itu memberikan kepada seorang peminta-minta, pengamen dll yang meminta kepada kita kita usahakan memberikan uang yang bagus-bagus lipat dengan baik saat memberikan jangan di masukan ke tempat uang mereka tetapi pegang tangannya dengan lembut berikan uangnya langsung ke telapak tangannya tundukan kepala kita dan berikan senyum.

Terkadang orang yang telah kita beri memberikan doa dan terima kasih, misalkan doanya dikabulkan oleh Allah Swt tiba-tiba kita dapat rezeki tidak terkira Allahu Alam.

Di saat anda kaya raya dan bergelimang harga hidup anda belum tentu nyaman, aman dan tentram. Mungkin anda ketakutan saat malam takut mobil di curi, rumah dimasuki oleh maling, takut dibunuh oleh saingan bisnis waswas di jalan takut mobil lecetlah, takut anak di culik lah dan lain-lain.

Saat uang ada di dompet anda uang itu kelipatan besar semua saya yakin 99% saat ada peminta-minta memelas iba di balik kaca mobil anda, anda hanya mengangkat tangan benar tidak yang saya utarakan ini. Berat rasanya mengeluarkan uang dari dompet susahnya tangan ini mengambil dompet untuk membagi sedikit rezeki untuk orang lain.

Terkadang saya dengar celetukan yang membuat saya miris mendengarnya, “itu kan tukang minta-minta dijalan penghasilannya lebih besar dari kita orang undang-undang aja ngelarang kita memberikan uang ke peminta-minta.

Lebih baik tangan di atas memberi dari pada menerima, tapi apa daya kehidupan mereka sudah dibawah garis kehidupan normal. Jangankan memberi makan keluarga kadang untuk membeli obat saja sulit.

Bapak Supriono Yang Membawa Mayat Anaknya

Masih ingatkan cerita pemulung yang di tangkap polisi karena membawa mayat yang ternyata mayat itu adalah anaknya sendiri, dari depok menuju jakarta untuk ke RSCM dengan jalan kaki ternyata anaknya sudah meninggal sampai di rumah sakit karena tidak punya uang untuk naik kendaraan umum. Masih merasa peduli dengan lingkungan anda masihkan kita peduli dengan kehidupan orang lain?

Berandai boleh tapi jangan menyesali hidup, bila kita tidak hidup dari bawah kita tidak tau kerasnya kehidupan.

Jadi kejarlah impianmu, gapai dan raihlah masa depanmu tapi yang terpenting bersyukurlah apa yang kamu dapat hari ini nanti dan seterusnya…

Salam hangat

Dio Prasetyo – 19 July 2012